DEFFNFREE dan Upaya Menghadirkan Keragaman Musik di Ruang Nobar Bandung
Ikhsan
dan Defri saat membawakan set DEFNFREE di sebuah acara Galatama Weekender di
Bandung
sumber foto: instagram @deffnfree
Di tengah dinamika skena musik
dan sepak
bola di Bandung, muncul sebuah kolektif selektor bernama DEFFNFREE, yang digagas oleh dua anak muda bernama Ikhsan dan
Defri. Kolektif ini lahir pada 2025 dari percakapan sederhana saat keduanya
sedang berkumpul pada suatu malam. Tidak ada perencanaan besar pada mulanya,hanya keinginan untuk
menghadirkan gaya musik yang berbeda dari apa yang umum dimainkan di
ruang-ruang nobar.
Ikhsan mengungkapkan bahwa tujuan awal
mereka adalah memperluas pengetahuan pendengar mengenai keberagaman musik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musik itu luas,” ujarnya. Hal inilah yang
kemudian menjadi dasar pembentukan identitas DEFFNFREE.
Nama “DEFFNFREE” merupakan
singkatan dari defend and free. Secara filosofis, nama tersebut menggambarkan
dua nilai yang dianggap penting oleh para pendirinya: bertahan pada prinsip di
tengah tekanan, serta kebebasan dalam berekspresi melalui musik. “Dalam tekanan
apa pun, kami harus bisa bertahan dan tetap bebas melakukan apa yang kami
inginkan,” kata Defri.
Menawarkan Alternatif di Tengah Pakem
Britpop
Dalam praktiknya, DEFFNFREE dikenal berani
menghadirkan setlist yang tidak lazim untuk sebuah acara nobar. Ketika sebagian
besar tempat memilih Britpop
sebagai musik pengiring pra atau pascapertandingan, mereka justru membawa
campuran elektronik, reggae, techno, breakbeat, hip-hop, hingga funkot.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Bagi Ikhsan dan Defri, keberagaman genre
memberi ruang untuk eksplorasi sekaligus memperluas pengalaman pendengar. “Kami
memainkan musik yang kami suka tanpa terpaku pada satu genre,” kata mereka.
Reaksi penonton
pun beragam. Ada yang menerima dengan antusias, ada pula yang kurang menyukai
perubahan suasana. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan bagi DEFFNFREE. Mereka memahami
bahwa setiap selektor memiliki karakter masing-masing, dan perbedaan itu
merupakan hal yang wajar dalam dunia musik.
Pentingnya Menghadirkan Kebaruan di
Ruang Publik
Menurut DEFFNFREE, memberikan warna
baru di ruang-ruang yang sudah memiliki pola musik tertentu justru penting
untuk dilakukan. “Meskipun kami masih belajar mixing, tidak ada salahnya
mencoba berbagai genre. Hal itu membuat suasana lebih menarik dan tidak
monoton,” jelas mereka.
Komitmen tersebut juga terlihat dalam
pilihan mereka untuk memutar karya-karya yang kurang dikenal publik. Mereka
percaya bahwa setiap karya layak mendapatkan ruang apresiasi, terlepas dari
popularitasnya. Tidak jarang, lagu yang awalnya asing bagi penonton justru
berhasil menghidupkan suasana acara.
Ketika ditanya mengenai lagu atau genre underrated
yang paling mereka banggakan, Ikhsan dan Defri hanya menjawab dengan ringan,
“Mungkin lebih seru kalau langsung melihat setlist kami saat tampil.”
Pengalaman di Lapangan dan Dampaknya
Salah satu pengalaman yang berkesan bagi
DEFFNFREE
adalah ketika mereka harus tampil di dua tempat berbeda dalam satu hari.
Situasi tersebut mungkin dianggap biasa oleh beberapa selektor berpengalaman,
namun bagi mereka, kesempatan itu menjadi bukti bahwa upaya kecil mereka mulai
mendapatkan perhatian.
Kehadiran mereka dalam acara nobar juga
memberi dampak emosional tersendiri. Ikhsan dan Defri menyebut momen ketika
musik yang mereka putar mampu mencairkan ketegangan para penonton sebelum
pertandingan dimulai sebagai hal yang membanggakan. “Rasanya puas ketika
melihat suasana berubah menjadi lebih cair,” ungkap mereka.
Beberapa penonton pun pernah memberikan
apresiasi langsung atas keberanian DEFFNFREE menyuguhkan genre alternatif.
Meskipun tidak banyak, masukan tersebut cukup berarti bagi mereka untuk terus
berkembang.
Arah Masa Depan DEFFNFREE
Ke depan, DEFFNFREE memiliki rencana
untuk tidak hanya menjadi selektor, tetapi juga
memproduksi karya sendiri. Langkah ini mereka anggap sebagai perkembangan alami
dari perjalanan mereka selama ini.
Selain itu, mereka berharap dapat memperluas
ruang gerak musik alternatif di Bandung,
bahkan di tingkat yang lebih luas. Dengan konsistensi mereka mempertahankan
prinsip “defend and free”, DEFFNFREE
ingin tetap menjadi ruang kecil bagi keberagaman musikal yang kerap
terpinggirkan.
“Fokus utama kami selanjutnya adalah
mencoba membuat karya sendiri,” tegas mereka.

Komentar
Posting Komentar